This content is not yet available in the selected language. Showing the Indonesian version.
Milad ke-29 Prodi Akidah dan Filsafat Islam: Meningkatkan Harmoni dan Kualitas Mahasiswa Prodi AFI

Serang, 16 September 2026 — Program Studi Akidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, menyelenggarakan Milad ke-29 Program Studi Akidah dan Filsafat Islam pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Aula FUSPI Lantai 2. Kegiatan mengusung tema “Meningkatkan Harmoni dan Kualitas Mahasiswa Prodi AFI.”
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Sherly Oktaviani, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh dua pembawa acara, Wahyu Purnama dan Siti Nurjiah. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Gema Kalam Ilahi yang dibawakan oleh Ripal.
Rangkaian acara berikutnya yaitu laporan ketua pelaksana yang disampaikan oleh Sella Nursita. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Umum HMPS Akidah dan Filsafat Islam Periode 2026, Najwa Ajiba Zahra, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dema Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Alan Maulana.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HMPS AFI menyampaikan bahwa pelaksanaan Milad ke-29 menjadi langkah awal bagi mahasiswa AFI untuk menghadirkan peringatan Milad dengan lebih meriah dan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
«“Semoga dari acara Milad kali ini, yang untuk pertama kalinya diadakan secara meriah, dapat menjadi referensi dan membawa kemajuan bagi mahasiswa Program Studi Akidah dan Filsafat Islam maupun himpunan untuk ke depannya. Ini merupakan suatu bentuk evaluasi dan revisi bagi kita, karena kegiatan ini menjadi awal dan langkah baru untuk mengadakan Milad yang lebih meriah. Tentunya masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.”»
Ia juga menekankan pentingnya kemajuan mahasiswa AFI agar tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang sesuai dengan identitas keilmuan AFI.
«“Harapannya, mahasiswa Program Studi Akidah dan Filsafat Islam semakin maju, berintegritas, semakin kritis, dan semakin logis dalam bertindak, sesuai dengan jargon yang kita punya: berpikir kritis dan bertindak logis.”»
Sementara itu, Ketua Dema Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Alan Maulana, turut menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa filsafat. Ia menggambarkan mahasiswa filsafat sebagai sosok yang memiliki daya kritis dan wawasan yang menarik di mata masyarakat.
«“Mahasiswa filsafat itu sangat luar biasa. Ketika orang mendengar kita masuk filsafat, sering kali yang langsung terlintas adalah bahwa kita adalah orang-orang yang kritis dan memiliki cara berpikir yang berbeda.”»
Ia juga menyampaikan harapan agar Program Studi Akidah dan Filsafat Islam terus berkembang dan menjadi salah satu program studi yang unggul di lingkungan fakultas.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Akidah dan Filsafat Islam, Mus’idul Millah, S.Th.I., M.Ag., menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Milad ke-29 Prodi AFI. Dalam sambutannya, Kaprodi AFI menyampaikan sejumlah harapan bagi perkembangan program studi, khususnya dalam peningkatan kualitas mahasiswa.
Ia berharap Program Studi Akidah dan Filsafat Islam dapat semakin maju, terdepan, dan unggul serta mampu mencetak generasi yang memiliki kemuliaan akhlak, berpikir kritis, dan bertindak logis. Selain itu, ia juga berharap jumlah mahasiswa AFI dapat terus bertambah dan perkembangan program studi semakin baik dari tahun ke tahun.
Setelah sambutan dan pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan doa yang dibacakan oleh Nurman Azil, kemudian penutupan sesi awal oleh MC.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan oleh MC aktif, Rizky Arya Zulfikor dan Sella Nursitta, dengan agenda Mahallul Qiyam dan pembacaan shalawat bersama tim hadroh HTC (Hadroh Tarbiyah Club). Dalam kesempatan tersebut, tim hadroh membawakan tiga shalawat yang turut menambah suasana khidmat dalam peringatan Milad Prodi AFI.
Setelah itu, dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. Masykur, S.Ag., M.Hum. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan penyampaian doa serta pesan dan kesan untuk perkembangan Program Studi Akidah dan Filsafat Islam yang disampaikan oleh Kaprodi AFI, Mus’idul Millah, S.Th.I., M.Ag. Sebagai simbol kebersamaan, Dekan juga melakukan prosesi penyuapan tumpeng kepada Ketua Umum HMPS AFI.
Usai prosesi pemotongan tumpeng, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama. Acara kemudian memasuki sesi materi mengenai keprodian dan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan Alif Abdul Aziz sebagai moderator. Materi disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. Masykur, S.Ag., M.Hum.
Dalam pemaparannya, Dekan menjelaskan mengenai perjalanan dan perkembangan Program Studi Akidah dan Filsafat Islam yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Fakultas Ushuluddin. Ia juga menyampaikan bahwa Program Studi Akidah dan Filsafat Islam memiliki kontribusi penting dalam perkembangan fakultas. Hal tersebut salah satunya terlihat dari perjalanan kepemimpinan di tingkat dekanat yang pernah diisi oleh akademisi yang berasal dari bidang Akidah dan Filsafat Islam.
Dekan juga mendorong mahasiswa untuk memahami dua aspek utama dalam keilmuan AFI, yaitu akidah dan filsafat. Menurutnya, keduanya perlu dipelajari secara seimbang agar mahasiswa tidak hanya memahami dasar-dasar keimanan, tetapi juga mampu menggunakan filsafat sebagai ruang untuk berpikir secara kritis dan mendalam.
Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung pandangan sebagian masyarakat yang masih menganggap filsafat sebagai sesuatu yang dapat menyesatkan. Mahasiswa AFI didorong untuk menunjukkan melalui keilmuan dan perilakunya bahwa mempelajari filsafat tidak berarti meninggalkan nilai-nilai keislaman.
«“Kita jangan serta-merta mengikuti pandangan orang di luar sana yang mengatakan bahwa filsafat itu menyesatkan. Justru kita harus membuktikan bahwa mahasiswa Akidah dan Filsafat Islam mampu mempelajari filsafat dengan tetap berlandaskan pada akidah dan nilai-nilai Islam.”»
Dekan juga menyampaikan gambaran mengenai perkembangan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam serta rencana pengembangan program studi di lingkungan fakultas. Salah satu hal yang disampaikan adalah adanya rencana penambahan program studi baru, termasuk bidang Studi Agama-Agama, sebagai bagian dari pengembangan keilmuan di lingkungan fakultas.
Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Karena belum terdapat pertanyaan dari peserta, Dekan memberikan dua pertanyaan kepada mahasiswa. Pertanyaan pertama, “Apa itu akidah?”, dijawab oleh Najwa Ajiba Zahra. Pertanyaan kedua mengenai filsafat Islam menurut pandangan Islam dijawab oleh mahasiswa angkatan 2026, Saepul Bahri. Keduanya mendapatkan apresiasi berupa reward dari Dekan atas jawaban yang diberikan.
Setelah sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan pemutaran film dokumenter HMPS Akidah dan Filsafat Islam yang secara khusus dipersembahkan untuk memeriahkan Milad ke-29 Prodi AFI.
Film dokumenter tersebut menggambarkan kehidupan mahasiswa AFI dalam menjalani aktivitas perkuliahan, mulai dari keberangkatan menuju kampus, pertemuan dengan teman-teman, hingga berbagai diskusi yang muncul dalam keseharian. Film tersebut mengangkat karakter khas mahasiswa filsafat yang gemar mempertanyakan berbagai hal, termasuk pertanyaan sederhana seperti alasan seseorang makan ketika lapar, hingga pertanyaan yang lebih mendalam mengenai Tuhan, akidah, filsafat, dan kehidupan manusia.
Film dokumenter juga menampilkan suasana diskusi antarmahasiswa serta interaksi antara mahasiswa dan dosen. Salah satu bagian menampilkan seorang mahasiswa yang datang terlambat ke kelas dan kemudian mendapatkan pertanyaan dari dosen mengenai alasan memilih Program Studi Filsafat. Dalam dialog tersebut, dosen menegaskan bahwa mahasiswa berada di tempat yang tepat karena filsafat merupakan ruang untuk bertanya dan mencari pemahaman secara mendalam.
Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui peran Duta AFI yang tampil sebagai reporter dalam film dokumenter. Duta AFI menjelaskan bahwa pembelajaran di Program Studi Akidah dan Filsafat Islam tidak berhenti di dalam ruang kelas. Keilmuan AFI juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai ruang pengabdian di masyarakat.
Film tersebut juga menggambarkan luasnya peluang mahasiswa AFI untuk berkontribusi di berbagai bidang setelah menyelesaikan pendidikan. Lulusan AFI dapat mengembangkan karier di bidang pendidikan, jurnalistik, akademik, penyuluhan keagamaan, maupun bidang lain yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, komunikatif, dan reflektif. Mahasiswa juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sebagai akademisi.
Kemudian, suasana semakin meriah dengan penampilan dari mahasiswa setiap angkatan. Angkatan 2026 sebagai mahasiswa baru menampilkan nasyid dan shalawat. Selanjutnya, angkatan 2025 membawakan lagu Laskar Pelangi serta tiga lagu lainnya. Sementara itu, angkatan 2024 menampilkan pertunjukan musik dengan gitar yang dibawakan oleh tiga mahasiswa, di antaranya shalawat dan lagu Aisyah Istri Rasulullah.
Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup oleh MC aktif, Arya dan Sella. Setelah penutupan, panitia bersama peserta melaksanakan operasi semut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan acara. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan evaluasi panitia sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan Milad Prodi AFI pada tahun-tahun berikutnya.
Kegiatan Milad ke-29 Prodi Akidah dan Filsafat Islam turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan yang ikut membersamai jalannya kegiatan. Kehadiran tersebut berasal dari berbagai unsur, di antaranya Sekretaris Jurusan, para misioner, serta perwakilan dari beberapa HMPS lain di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk dukungan sekaligus turut menambah semarak dan kehangatan dalam peringatan Milad ke-29 Prodi AFI.
Peringatan Milad ke-29 ini menjadi momentum bagi keluarga besar Program Studi Akidah dan Filsafat Islam untuk mempererat kebersamaan, membangun harmoni antarmahasiswa dan sivitas akademika, serta terus meningkatkan kualitas mahasiswa AFI dalam bidang keilmuan, organisasi, dan pengembangan diri. Melalui momentum tersebut, mahasiswa AFI diharapkan mampu mempertahankan identitas keilmuannya sebagai insan yang berpikir kritis dan bertindak logis, sekaligus terus berkontribusi dalam perkembangan program studi, fakultas, dan masyarakat.
Activity Photos
Comments0 comments
No comments yet.












