This content is not yet available in the selected language. Showing the Indonesian version.
Hadirkan Juri Hafidz Indonesia, Milad ke-29 IAT UIN Banten Dipadati Ratusan Peserta

Serang, 10 September 2026 — Antusiasme mahasiswa dan sivitas akademika terlihat dalam Seminar Nasional Milad ke-29 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Menghadirkan Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, Lc., M.A. beserta Ustazah Nabilah Abdul Rahim, Lc., M.Ag., Juri Hafidz Indonesia RCTI, kegiatan yang mengangkat tema “Al-Qur’an dan Etika Bermedia Sosial: Membangun Generasi Digital yang Beradab” tersebut diikuti ratusan peserta hingga memenuhi Aula Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Banten.
Kehadiran peserta yang membeludak menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap kajian Al-Qur’an yang dikembangkan secara kontekstual. Seminar ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-29 Prodi IAT, tetapi juga menjadi ruang akademik untuk mempertemukan nilai-nilai Al-Qur’an dengan tantangan kehidupan masyarakat digital.
Rangkaian Milad ke-29 Prodi IAT diawali dengan simaan dan khataman Al-Qur’an sebagai ungkapan syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang Prodi IAT dalam membangun tradisi keilmuan Al-Qur’an. Semarak kegiatan semakin terasa melalui penampilan seni mahasiswa berupa hadroh dan tari daerah, yang memadukan nilai keislaman, kreativitas, dan budaya lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, jajaran dekanat, Ketua Program Studi IAT, para dosen, pengurus HMPS IAT, perwakilan DEMA Fakultas, DEMA Universitas, para tamu undangan, mahasiswa Prodi IAT, serta mahasiswa dari berbagai program studi lainnya.
Ketua Umum HMPS Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Rifki Ramadhan, menyampaikan bahwa Milad ke-29 menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus meningkatkan peran mahasiswa dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian masyarakat.
“Mahasiswa IAT harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya memahami Al-Qur’an, tetapi juga menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Hikmatul Luthfi, M.A.Hum., mengatakan bahwa perjalanan 29 tahun Prodi IAT merupakan bagian dari komitmen dalam mengembangkan kajian Al-Qur’an dan Tafsir yang memiliki kedalaman akademik serta relevansi terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, mahasiswa IAT perlu dibekali kemampuan memahami khazanah tafsir sekaligus kecakapan membaca persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Seminar Nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Masykur, M.Hum.
Dalam sambutannya, Dekan mengapresiasi penyelenggaraan Milad ke-29 Prodi IAT yang mampu menghadirkan forum akademik dengan partisipasi peserta yang tinggi. Ia menegaskan bahwa kajian Al-Qur’an harus terus dikembangkan agar mampu memberikan jawaban terhadap tantangan kehidupan modern.
“Generasi muda membutuhkan keseimbangan antara penguasaan ilmu, kemampuan teknologi, dan karakter spiritual. Al-Qur’an menjadi sumber nilai yang membimbing manusia dalam menghadapi perubahan zaman,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan Pesantren Ibnu Syam.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dr. Masykur, M.Hum. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam bersama Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, Lc., M.A. selaku Pimpinan Pesantren Ibnu Syam.
Dalam sesi seminar, Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, Lc., M.A. menyampaikan kajian mengenai posisi mahasiswa sebagai pewaris Al-Qur’an dengan merujuk pada QS. Fathir ayat 32.
Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan pesan tentang tanggung jawab manusia dalam menerima, memahami, dan mengamalkan warisan Al-Kitab. Bagi mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, pesan tersebut menjadi pengingat agar proses akademik berjalan bersama pembentukan karakter dan komitmen menghadirkan kebaikan.
Sementara itu, Ustazah Nabilah Abdul Rahim, Lc., M.Ag., Juri Hafidz Indonesia RCTI, membahas pentingnya menghadirkan etika Qur’ani dalam bermedia sosial. Menurutnya, ruang digital membutuhkan generasi yang mampu menggunakan teknologi secara bijak, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta menjadikan media sosial sebagai ruang berbagi ilmu dan kebaikan.
Seminar berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Diyah Nur Alifah, Winner Putri Duta FUDA 2025.
Melalui Milad ke-29 ini, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memperlihatkan kiprahnya sebagai program studi yang terus berkembang, aktif menghadirkan forum akademik, memperluas jejaring kelembagaan, dan merespons isu-isu keislaman kontemporer.
Dengan semangat “Critically, Locally, Globally”, Prodi IAT terus berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat serta peradaban.
Activity Photos
Comments0 comments
No comments yet.








