تخطَّ إلى المحتوى الرئيسي

تاريخ الكلية

تاريخ كلية أصول الدين والفكر الإسلامي ومحطاتها.

تاريخ الكلية

تأسست كلية أصول الدين والفكر الإسلامي (FUSPI) بجامعة السلطان مولانا حسن الدين الإسلامية الحكومية بنتن رسمياً في 1 يوليو 2026. وسبق تأسيسها صدور لائحة وزير الشؤون الدينية رقم 8 لسنة 2026 بشأن تنظيم الجامعة وإجراءات عملها، والمقررة في 14 أبريل 2026، ثم صدر قرار رئيس الجامعة رقم 249/Un.17/BA.III.2/KP.07.6/07/2026 بتعيين أول عميد لها. ومنذ عام 2026 تدير الكلية ثلاثة برامج دراسية: العقيدة والفلسفة الإسلامية، وعلوم القرآن والتفسير، وعلوم الحديث.

ورغم حداثة اسم الكلية، فإن لدراسات أصول الدين في بنتن جذوراً عميقة؛ إذ نمت مع مسيرة التعليم العالي الإسلامي في سيرانج: من كلية الشريعة مولانا يوسف التي أسسها أهل بنتن عام 1961، إلى كلية فرعية تابعة للمعهد الإسلامي الحكومي، ثم STAIN، فالمعهد الإسلامي الحكومي، وصولاً إلى الجامعة. ويتتبع هذا العرض تلك المسيرة زمنياً، مع التركيز على التطورات المؤسسية التي شكّلت نواة الكلية.

الجذور المؤسسية في سيرانج
1961
سنة تأسيس الكلية
2026
برامج دراسية ضمن الرمز العلمي
3

المسار التاريخي

6 مراحل، جذر واحد

نمت دراسات أصول الدين تدريجياً: من قسم في كلية الشريعة، إلى قسم مستقل، ثم كلية مشتركة، وصولاً إلى كلية متخصصة بالكامل في أصول الدين.

  1. Akar Kelembagaan: Fakultas Syari'ah Maulana Yusuf

    Perguruan tinggi Islam negeri di Banten berawal dari Fakultas Syari'ah Islam Maulana Yusuf, yang didirikan oleh masyarakat Banten bersama Korem 064 Maulana Yusuf. Operasi Bhakti Korem 064, yang saat itu sedang membangun wilayah Banten, berniat mendirikan Universitas Maulana Yusuf. KH. Ali Misri, ulama dan sesepuh masyarakat Banten, diminta melakukan survei ke IAIN Yogyakarta, dan diputuskan bahwa cikal bakal universitas tersebut adalah sebuah Fakultas Syari'ah.

    Panitia pendiri dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Pelaksana Kuasa Perang Rem Banten Nomor Kpts. 20/KPKP/5/1961 tanggal 1 Juni 1961, diketuai oleh Residen Banten, R. Muh. Nur Atmadibrata. Perkuliahan dimulai pada 16 Oktober 1961 dengan kelas persiapan (propaedeuse) di gedung kantor PSII, Kedalingan, Serang.

    Pembangunan gedung kampus di Jalan Jenderal Sudirman No. 30 Serang (dahulu Jalan Jenderal A. Yani) berlangsung dari 17 Agustus 1961 hingga 13 Agustus 1962. Pembangunan ini mencerminkan gotong royong masyarakat Banten: setiap pemilik pohon kelapa diminta menyumbang sekurang-kurangnya satu butir kelapa, dan partisipasinya begitu besar sehingga butiran kelapa tampak menggunung di lokasi calon kampus. Pada 13 Agustus 1962 gedung tersebut diserahterimakan dari Pangdam VI Siliwangi, Brigjen Ibrahim Adji, kepada Residen Banten sebagai wakil masyarakat.

    • 1961

      Didirikan masyarakat Banten bersama Korem 064 Maulana Yusuf

      KH. Ali Misri mensurvei IAIN Yogyakarta; cikal bakal Universitas Maulana Yusuf.

    • 1 Juni 1961

      Panitia pendiri

      SK Kpts. 20/KPKP/5/1961; diketuai Residen Banten R. Muh. Nur Atmadibrata.

    • 16 Oktober 1961

      Kuliah perdana

      Kelas persiapan (propaedeuse) di gedung kantor PSII, Kedalingan, Serang.

    • 13 Agustus 1962

      Gedung kampus diserahterimakan

      Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Serang, dari Pangdam VI Siliwangi kepada Residen Banten.

    • Gotong royong

      1 butir kelapa per pohon

      Setiap pemilik pohon kelapa diminta menyumbang sekurang-kurangnya satu butir untuk membangun kampus. Butiran kelapa menggunung di calon lokasi kampus.

  2. Masa Fakultas Cabang IAIN

    Berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 67 Tahun 1962, Fakultas Syari'ah Islam Maulana Yusuf dinegerikan menjadi Fakultas Syari'ah IAIN "al-Djami'ah al-Islamijah al-Hukumijah" cabang Serang di bawah koordinasi IAIN Yogyakarta. Serah terima dari Ketua Yayasan R. Moh. Nur Atmadibrata kepada Menteri Agama KH. M. Saifuddin Zuhri berlangsung pada 16 Oktober 1962 (16 Jumadil Ula 1382 H), dengan K.H. M. Syadeli Hasan, putra daerah lulusan Al-Azhar, sebagai dekan.

    Setelah IAIN dibagi dua melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 49 Tahun 1963, fakultas di Serang berada di bawah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1963–1976). Kemudian, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 1976, koordinasinya dialihkan ke IAIN "Sunan Gunung Djati" Bandung (1976–1997). Pada 1982, statusnya ditetapkan sebagai Fakultas Syari'ah IAIN "Sunan Gunung Djati" di Serang dan ditingkatkan menjadi Fakultas Madya yang berhak menyelenggarakan program doktoral, sebelum seluruhnya beralih ke program Strata Satu (S1) pada 1987.

    Bagi sejarah FUSPI, masa ini penting karena di sinilah benih kajian ushuluddin mulai tampak. Dalam perkembangan jurusannya, Fakultas Syari'ah pernah membuka Jurusan Tafsir Hadis (TH) di samping Jurusan Peradilan Agama, Perdata, Pidana Islam, dan Perbandingan Mazhab. Jurusan Tafsir Hadis kemudian dihapuskan dari Fakultas Syari'ah karena dialihkan ke Fakultas Ushuluddin. Kajian Al-Qur'an dan hadis, yang kini menjadi dua dari tiga program studi FUSPI, dengan demikian telah hadir sejak masa fakultas cabang.

    • 1962–1963

      IAIN Yogyakarta

      SK Menag No. 67/1962: dinegerikan. Serah terima kepada Menteri Agama KH. M. Saifuddin Zuhri, 16 Oktober 1962. Dekan: K.H. M. Syadeli Hasan.

    • 1963–1976

      IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta

      KMA No. 49/1963: IAIN dibagi dua; fakultas di Serang berada di bawah IAIN Jakarta.

    • 1976–1997

      IAIN Sunan Gunung Djati Bandung

      KMA No. 12/1976. Tahun 1982 menjadi Fakultas Madya; sejak 1987 program S1.

    • TH

      Benih kajian ushuluddin

      Fakultas Syari'ah pernah membuka Jurusan Tafsir Hadis (TH), yang kemudian dialihkan ke Fakultas Ushuluddin. Kajian Al-Qur'an dan hadis, kini dua dari tiga prodi FUSPI, telah hadir sejak masa ini.

  3. Lahirnya Jurusan Ushuluddin

    Status fakultas daerah membatasi ruang gerak kelembagaan karena sebagian besar kebijakan ditentukan oleh IAIN induk. Karena itu, Departemen Agama pada masa Menteri Agama dr. H. Tarmizi Taher "memerdekakan" fakultas-fakultas daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997, Fakultas Syari'ah IAIN "Sunan Gunung Djati" Serang berubah menjadi STAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang berkedudukan di Kota Serang.

    STAIN memiliki lima jurusan: Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah, dan Ushuluddin. Jurusan Ushuluddin menyelenggarakan dua program studi, yaitu Akidah Filsafat dan Tafsir Hadis. Inilah unit kelembagaan ushuluddin pertama yang berdiri sendiri di Banten, sekaligus embrio langsung dari FUSPI: Akidah Filsafat kelak menjadi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, sedangkan Tafsir Hadis kelak berkembang menjadi Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta Prodi Ilmu Hadis.

    • STAIN, 1997

      Jurusan Ushuluddin

      Embrio langsung FUSPI.

    • Prodi, 1997

      Akidah Filsafat

      Kelak menjadi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (FUSPI, 2026).

    • Prodi, 1997

      Tafsir Hadis

      Kelak berkembang menjadi Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta Prodi Ilmu Hadis (FUSPI, 2026).

  4. Ushuluddin Menjadi Fakultas

    Setelah Banten menjadi provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000, keinginan untuk beralih status menjadi institut semakin kuat. Tim alih status yang dipimpin Wakil Gubernur Banten dan beranggotakan pimpinan STAIN, pemerintah daerah, serta tokoh ulama melakukan konsultasi ke berbagai pihak. Upaya ini berbuah pada Keputusan Presiden Nomor 91 Tahun 2004 tanggal 18 Oktober 2004 yang mengubah STAIN menjadi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

    Keputusan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2005 tanggal 3 Januari 2005 menetapkan tiga fakultas di IAIN SMH Banten, salah satunya Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, dengan tiga jurusan/program studi: Aqidah Filsafat, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Tafsir Hadis. Fakultas ini juga merencanakan pembukaan Jurusan Manajemen Dakwah. Untuk pertama kalinya, kajian ushuluddin berada pada tingkat fakultas.

    Fakultas ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, M.A. sebagai Pejabat Sementara (PGS) Dekan (2005–2007), kemudian oleh Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A. (2007–2011). Dalam perkembangannya, fakultas ini bernama Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Udi Mufradi Mawardi, Lc., M.Ag. (2011–2017).

    • Program studi

      Aqidah Filsafat

    • Program studi

      Komunikasi dan Penyiaran Islam

    • Program studi

      Tafsir Hadis

  5. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA)

    Pada 3 April 2017, melalui Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2017 yang diundangkan pada 7 April 2017, IAIN SMH Banten resmi menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Organisasi dan tata kerjanya diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 23 Tahun 2017.

    Perubahan ini diikuti pemekaran Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab menjadi dua fakultas, yaitu Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) dan Fakultas Dakwah. FUDA terdiri atas lima jurusan: Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Sejarah Peradaban Islam (SPI), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), dan Ilmu Hadis (IH). Pada masa ini Tafsir Hadis telah berkembang menjadi dua program studi yang berdiri sendiri, yaitu IAT dan IH. Pada tahun 2021 berdiri pula Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), sehingga FUDA mengelola enam program studi S1.

    Fakultas Ushuluddin dan Adab berturut-turut dipimpin oleh Prof. Dr. H. Udi Mufradi Mawardi, Lc., M.Ag. (2017–2021), Dr. Mohamad Hudaeri, M.Ag. (2021–2025), dan Dr. Masykur, M.Hum. (2025–2026).

    • AFI

      Aqidah dan Filsafat Islam

      Kini dikelola FUSPI.

    • IAT

      Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

      Kini dikelola FUSPI.

    • IH

      Ilmu Hadis

      Kini dikelola FUSPI.

    • SPI

      Sejarah Peradaban Islam

    • BSA

      Bahasa dan Sastra Arab

    • IPII

      Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

      Berdiri pada 2021.

  6. Lahirnya Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

    Tonggak baru tercapai pada 1 Juli 2026, ketika Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSPI) berdiri berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 249/Un.17/BA.III.2/KP.07.6/07/2026 tentang Dekan FUSPI pertama. Dr. Masykur, M.Hum., ditetapkan sebagai Dekan FUSPI pertama untuk masa jabatan 2026–2029.

    Nama "Ushuluddin dan Pemikiran Islam" menegaskan identitas fakultas sebagai pusat kajian dasar-dasar agama—akidah, Al-Qur'an, dan hadis—sekaligus sebagai ruang pengembangan pemikiran Islam yang dialogis dengan filsafat serta tantangan zaman. Dengan tiga program studi yang seluruhnya berada dalam rumpun ilmu ushuluddin, FUSPI memiliki fokus keilmuan yang lebih utuh dibandingkan dengan fase-fase sebelumnya.

    • AFI

      Aqidah dan Filsafat Islam

      Berakar pada Prodi Akidah Filsafat, Jurusan Ushuluddin STAIN (1997).

    • IAT

      Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

      Pengembangan tradisi Tafsir Hadis sejak masa fakultas cabang dan STAIN.

    • IH

      Ilmu Hadis

      Pengembangan tradisi Tafsir Hadis yang sama, kini prodi tersendiri.

ملخص

ملخص التطور المؤسسي

ملخص التطور المؤسسي
الفترةالمؤسسةوحدة أصول الدينالأساس القانوني
1961–1962Fakultas Syari'ah Maulana YusufBelum ada unit ushuluddinSK Kpts. 20/KPKP/5/1961
1962–1997Fakultas Cabang IAINJurusan Tafsir Hadis sempat dibuka, lalu dialihkan ke Fakultas UshuluddinSK Menag No. 67/1962
1997–2004STAIN SMH BantenJurusan Ushuluddin (Akidah Filsafat, Tafsir Hadis)Keppres No. 11/1997
2004–2017IAIN SMH BantenFakultas Ushuluddin dan Dakwah, kemudian Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan AdabKeppres No. 91/2004, KMA No. 5/2005
2017–2026UIN SMH BantenFakultas Ushuluddin dan Adab (AFI, IAT, SPI, BSA, IH; IPII sejak 2021)Perpres No. 39/2017, PMA No. 23/2017
2026–sekarangFUSPIFakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (AFI, IAT, IH)SK Rektor No. 249/Un.17/BA.III.2/KP.07.6/07/2026

العمداء

القيادة عبر السنين

عمداء الكليات التي احتضنت دراسات أصول الدين منذ عهد المعهد الإسلامي الحكومي.

  1. Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, M.A.
    2005–2007Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, M.A.PGS Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN SMH Banten
  2. Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A.
    2007–2011Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A.Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN SMH Banten
  3. Prof. Dr. H. Udi Mufradi Mawardi, Lc., M.Ag.
    2011–2021Prof. Dr. H. Udi Mufradi Mawardi, Lc., M.Ag.Dekan Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab, IAIN SMH Banten (2011–2017) Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN SMH Banten (2017–2021)
  4. Dr. Mohamad Hudaeri, M.Ag.
    2021–2025Dr. Mohamad Hudaeri, M.Ag.Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN SMH Banten
  5. Dr. Masykur, M.Hum.
    2025–2029Dr. Masykur, M.Hum.Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN SMH Banten (2025–2026) Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam pertama (2026–2029)

FUD: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah · FUDA: Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab (IAIN) / Fakultas Ushuluddin dan Adab (UIN)

خاتمة

Perjalanan lebih dari enam dasawarsa—dari butiran kelapa sumbangan masyarakat Banten pada 1961 hingga berdirinya FUSPI pada 2026—menunjukkan bahwa kajian ushuluddin di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tumbuh secara bertahap: dari sebuah jurusan di fakultas syari'ah, menjadi jurusan mandiri, kemudian fakultas gabungan, hingga kini menjadi fakultas yang sepenuhnya berfokus pada rumpun ilmu ushuluddin dan pemikiran Islam. Warisan itu menjadi modal bagi FUSPI untuk melahirkan sarjana yang kokoh dalam akidah, mendalam dalam kajian Al-Qur'an dan hadis, serta terbuka dan kritis dalam pemikirannya.

65عاماً من المسيرة1961–2026

المصادر

  1. Dokumen "Sejarah FUSPI dari Masa ke Masa" (naskah internal fakultas).

  2. Dokumen "Profil UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten".

  3. SK Rektor UIN SMH Banten Nomor 249/Un.17/BA.III.2/KP.07.6/07/2026 tentang Dekan FUSPI Pertama.

  4. Foto para dekan: laman Profil Fakultas, fuda.uinbanten.ac.id (rujukan eksternal).